Bisa-bisanya punya janji ngedate sama pasangan tapi mau-mau aja di ajak mampir ke toko kue,kamu pegang uang bahkan agak keberatan karena harus beli baju yang agak mahal buat nggak telat ketemu pacar kenapa nggak dari awal saat di ajak direktur ke cafe ijin balik toh udah kelar kerjaannya dan hari itu adalah waktu Shizuma kerja setengah hari,tapi daripada menolak ajakan direktur makan kue Shizuma mikirin alasan ke Minato karena dia akan telat kan goblooook banget Shizuma nya,directurnya juga tau dari awal kalau Shizuma ada janji ngedate kenapa pula di ajakin mampir ke cafe.shizuma tau dari pengalamannya di masa lalu kalau perasaan seseorang bisa berubah pacarnya berselingkuh,dan Minato yang menjalin hubungan dengan Shizuma tau betul bahkan Shizuma pun cepat menyatakan cinta kepada Minato yang baru dikenalnya beberapa hari dengan 2 pengalaman masa lalu yang serupa kenapa Shizuma nggak bisa belajar.kenapa orang lain harus nunjukin apa yang harus dilakukan sebagai kekasih dan batasan-batasannya.bahkan saat Minato ngasih tau alasan kenapa dia marah sebelumnya reaksi Shizuma cuma hanya karena hal itu ?? Bukankah dari sini seharusnya Shizuma sadar betapa sensitifnya perasaan pasangannya dan tidak seharusnya dia bereaksi seperti itu jadi menurutku Shizuma tipe yang nggak tau batasan antara perlakuan dengan orang lain bagaimana reaksi pasangannya.pacar gay siapapun yang berkencan dengan pria straight sebelumnya yang mengira direktur adalah perempuan dan pasangan tersebut beberapa kali terlihat tersenyum lebar orang yang sama sedangkan dihadapan uke dia baru melihatnya sekali apa kalian masih bisa berfikir waras kalau punya pasangan model Shizuma.